Cara Menghitung Sewa Properti (Rumah/Apartemen)



Berapa sebenarnya harga sewa properti baik rumah ataupun apartemen yang pantas. untuk ditawarkan apabila kita ingin menerima penghasilan dari properti yang kita miliki? Sebagaimana umumnya hukum ekonomi, yaitu ada permintaan maka ada penawaran, tentu saja penentuan harga menjadi sesuatu yang menarik dan dinamis. Kalau harga terlalu mahal menurut calon pembeli maka jangankan transaksi, sekedar bertanyapun mereka akan enggan. Kalau terlalu murah pun tentunya menimbulkan rasa sesal di pihak penjual di kemudian hari.

Tidak ada rumus yang fixed untuk memperkirakan harga yang pantas sebagai harga sewa yang hendak ditawarkan. Akan tetapi selalu ada range minimum dan maksimum yang dianggap sebagai harga yang wajar. Merujuk kepada situs rumah.com, pada dasarnya harga sewa sebanding dengan harga properti itu sendiri dengan kadar pemodalan (capitalization rate atau cap rate). Sebagai contoh, harga sewa per tahun untuk rumah mengikuti cap rate dalam rentang 3% sampai dengan 5% dari harga rumah. Sedangkan cap rate untuk sewa apartemen lebih tinggi lagi yaitu dalam rentang 7% sampai dengan 12% per tahun.

Rentang 3% – 5% dan 7% – 12% diberikan untuk mengakomodir taksiran harga properti yang akan linier terhadap faktor-faktor seperti :

·         kondisi properti apakah masih baik atau perlu renovasi
·         apakah furnished, semi furnished atau kosong
·         lokasi yang strategis dari properti
·         fasilitas umum dan fasilitas sosial yang tersedia disekitar properti

Sebagai contoh untuk menghitung harga sewa :
·         Apartemen senilai 400 juta dengan cap rate 7% – 12% maka harga sewa maksimum (12%) adalah sebesar 48 juta per tahun atau 4 juta per bulan.
·         Rumah senilai 1,2 M dengan cap rate 3% – 5%, maka harga sewa maksimum (5%) adalah sebesar 60 juta per tahun atau 5 juta per bulan.

Share this

0 Comment to "Cara Menghitung Sewa Properti (Rumah/Apartemen)"

Posting Komentar